Gambar Gambar Gambar
Daerah  

Masyarakat Tuntut Pelangsir BBM Subsidi Jenis Solar Di SPBU Bunde No.74.915.68 Ditertibkan, APH Jangan Tutup Mata

Oplus_131072
banner 120x600

Transsulbarnews.com – Aktivitas dugaan pelangsiran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar di kawasan SPBU Bunde No. 74.915.68 Kecamatan Sampaga kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga menilai praktik tersebut semakin marak dan terkesan dibiarkan, sehingga memicu keresahan di tengah masyarakat yang benar-benar membutuhkan solar subsidi.

Sejumlah warga mengaku antrean kendaraan yang diduga milik pelangsir hampir setiap hari terlihat memenuhi area SPBU. Kondisi itu dinilai membuat masyarakat umum, terutama sopir Pengangkut Material dan nelayan kecil, kesulitan memperoleh jatah BBM subsidi.

“Kadang masyarakat biasa harus menunggu lama, sementara kendaraan yang diduga pelangsir justru bebas keluar masuk mengisi solar,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum (APH) serta pihak terkait segera turun tangan melakukan pengawasan dan penertiban secara serius. Warga berharap distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mencari keuntungan pribadi.

Kasus serupa juga terjadi di sejumlah SPBU, di mana kendaraan yang telah dimodifikasi digunakan untuk menimbun BBM subsidi sebelum dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

Warga berharap pengawasan di SPBU diperketat agar praktik dugaan mafia solar tidak terus merugikan masyarakat kecil. Mereka juga meminta Pertamina bersama aparat terkait melakukan evaluasi terhadap distribusi solar subsidi di lapangan.

“APH jangan tutup mata. Kalau dibiarkan terus, masyarakat kecil yang jadi korban,” tegas warga.

Masyarakat berharap ada tindakan nyata dan transparan agar penyaluran BBM subsidi benar-benar sesuai peruntukan serta tidak lagi dimanfaatkan oleh para pelangsir.

(Akmal)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *